Sayembara Desain Gedung X FIB UI

Sayembara Desain Gedung X FIB UIUNTUK menunjang dan mempercepat terwujudnya Universitas Indonesia sebagai Universitas Riset berkelas dunia, diperlukan infrastruktur pendidikan yang memadai dan modern sesuai dengan tuntutan dan pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika kegiatan Staf Pengajar dalam bidang riset dan pengajaran. Ketersediaan infrastruktur yang demikian itu saat ini sangat mendesak dimiliki Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Infrastruktur gedung di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia saat ini yang tersedia adalah sembilan gedung. Dalam rencana pembangunan infrastruktur gedung, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI akan memiliki sebelas gedung. Dengan demikian, masih dua gedung yang belum terbangun. Fakta lain yang mengemuka adalah tuntutan fasilitas pendidikan dan riset yang tidak dapat ditawar-tawar pada saat ini. Hal itu diperkuat lagi dengan jumlah mahasiswa yang terus bertambah dari tahun ke tahun sejak tahun ajaran 2000/2001. Hal itu berkorelasi dengan tuntutan penambahan Staf Pengajar dan kegiatan-kegiatan yang bermuara pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pencanangan Universitas Indonesia sebagai universitas riset berkelas dunia pada tahun 2010 menjadi faktor pendorong yang sangat kuat untuk Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia segera membangun infrastruktur gedung pendidikan dan riset yang representatif dan bertaraf internasional.

Untuk itulah, di dalam proposal ini diuraikan pentingnya keberadaan infrastruktur gedung itu dan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak sebagai mitra dalam pembangunan gedung tersebut.

Advertisements

Sayembara Rumah Rakyat 2009

SAYEMBARA-RUMAH-RAKYAT-2009..good design is for everyone..

Setiap orang membutuhkan rumah yang baik, aman dan nyaman. Arsitektur rakyat yang berpihak kepada masyarakat berpendapatan rendah, sangat membutuhkan berbagai solusi desain arsitektur untuk menjawab permasalahan rendahnya dana, sempitnya lahan, dan ketidakmampuan untuk menggunakan jasa arsitek profesional. Sementara rumah-rumah dengan biaya sangat terbatas ini harus dibuat dengan perencanaan yang matang, sehingga tidak melebihi dana yang dimiliki.

Lalu rumah-rumah ini pun harus memiliki pemasukan cahaya dan sirkulasi yang baik, sehingga tidak membutuhkan banyak energi listrik, dan menghemat biaya.

Continue reading