Belajar dari Scandinavian Spirit

scandinavianSehubungan dengan semakin berkembangnya dunia desain di Indonesia, terutama di Jakarta, kami dari DECOROUS bekerja sama dengan Majalah LARAS bermaksud untuk mengadakan bincang-bincang atau diskusi desain dengan menampilkan Bapak Tan Tjiang Ay yang akan membahas mengenai “Belajar dari Scandinavian Spirit” dengan mengajak para desainer untuk ikut hadir di acara tersebut.

Continue reading

Sayembara Rumah Rakyat 2009

SAYEMBARA-RUMAH-RAKYAT-2009..good design is for everyone..

Setiap orang membutuhkan rumah yang baik, aman dan nyaman. Arsitektur rakyat yang berpihak kepada masyarakat berpendapatan rendah, sangat membutuhkan berbagai solusi desain arsitektur untuk menjawab permasalahan rendahnya dana, sempitnya lahan, dan ketidakmampuan untuk menggunakan jasa arsitek profesional. Sementara rumah-rumah dengan biaya sangat terbatas ini harus dibuat dengan perencanaan yang matang, sehingga tidak melebihi dana yang dimiliki.

Lalu rumah-rumah ini pun harus memiliki pemasukan cahaya dan sirkulasi yang baik, sehingga tidak membutuhkan banyak energi listrik, dan menghemat biaya.

Continue reading

Ziarah Arsitektur II, IAI Jakarta

IAI Jakarta akan mengadakan kembali Ziarah Arsitektur yang kedua  yaitu karya-karya  F. Silaban yang ada di Jakarta. Dalam karya-karya ini kita dapat mengenal  lebih dalam ciri Arsitektur tropis F. Silaban (karya dari tahun 1955- 1965) . Ziarah Arsitektur IAI Jakarta II, diselengarakan pada :

Hari / Tanggal : Sabtu , 25 Juli 2009
Waktu : 07.00 – selesai (peserta berkumpul di JDC)

Continue reading

Mengenang F. Silaban

silabanMulai tahun 1955 nama F. Silaban semakin dikenal secara Nasional setelah memenangkan tiga sayembara nasional sekaligus. Juara satu sayembara Gedung Bank Indonesia, dan Mesjid Istiqlal  serta juara kedua untuk sayembara Monumen Nasional. Bersama Presiden Soekarno, Silaban diajak untuk mewujudkan visi membangun Indonesia modern sehingga dapat bersaing dengan negara-negara lainnya, hal ini membuat Silaban tidak memiliki banyak pilihan tema selain menghadirkan arsitektur modernis di Indonesia dan secara tidak langsung menjadikan  karya Silaban menjadi sarana komunikasi politik.

Sirip penangkal sinar matahari dari beton yang berjajar  vertikal dan horisontal, dan atap pelana menjadi sebuah ciri arsitektur tropis karya Silaban, ciri tersebut dapat dijumpai di Gedung Bank Indonesia. Dalam perkembangan karya-karya berikutnya, karena keinginan dari Presiden Soekarno, banyak karya Silaban yang kemudian menggunakan atap datar seperti : Gedung Pola,  Markas Besar AURI dan Mesjid Istiqlal.

Continue reading

Pemerintah Harus Lebih Konsisten Menjaga Tata Ruang

tata_ruangTempo – Langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyegel rumah-rumah yang disulap menjadi tempat bisnis patut didukung. Alih fungsi ini jelas melanggar tata ruang Ibu Kota. Hanya, penertiban harus dilakukan secara konsisten dan tidak tebang pilih.

Sikap tegas aparat pemerintah terlihat ketika menertibkan rumah-rumah di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mereka menyegel rumah yang telah berubah menjadi kafe, tempat kursus, salon, atau bengkel mobil. Bahkan pemilik rumah yang melawan dengan membuka paksa segel diancam dilaporkan ke polisi.

Continue reading

Biaya untuk seorang Arsitek

biaya-arsitekMeski sempat simpang siur tentang peraturan yang membicarakan masalah biaya / harga seorang arsitek, dan juga menindak lanjuti postingan saya sebelumnya tentang Rendahkah profesi arsitek dimata Indonesia ?, tidak sengaja saya temukan salah satu situs yang menarik untuk disimak. Di situs bernama Architecture441 tersebut dijelaskan tentang seberapa sih biaya untuk seorang arsitek (dalam konteks universal, tidak hanya berlaku untuk satu negara saja), perlukah arsitek untuk tetap berada di bumi ini. Ciehh.. bahasanya tinggi sekali, hahaha.. Biaya arsitek yang dapat bervariasi, tergantung pada  Continue reading

Rendahkah profesi arsitek dimata Indonesia ?

arsitekDari judul postingan saya kali ini, saya tidak bisa berkata-kata, manakala saya melihat di suatu website, dimana orang tersebut memasang harga jual yang menurut saya sangat memprihatinkan. Di web itu disebutkan bahwa biaya jasa paket desain termasuk 3 kali revisi mulai Rp. 4.000/m2 satuan sampai Rp. 1.000/m2 dan paket drafting IMB (Non Desain) : Rp.6.000/m2. Dan masih banyak lagi kasus seperti ini di beberapa website portfolio online tersebar di internet maupun di iklan majalah atau koran di Indonesia. Bayangkan, ongkos desain seharga Rp. 1000/m2 ? Hohoho… Yang saya tanyakan cukup jelas, seberapa berharganya profesi arsitek dimata Indonesia ini ?

Continue reading