Hee Ah Lee, Kelebihan Dibalik Kekurangannya

Hee Ah Lee merupakan seorang pianis Korea Selatan yang menjadi perhatian dunia dengan permainan pianaonya di tengah keterbatasan fisik yang dia miliki. Keterbelakangan mental dan cacat fisik sejak lahir karena menderita Lobster Claw Syndrome (hanya memiliki dua jari di setiap tangan), bukanlah sebuah halangan baginya. Kepiawaiannya memainkan tuts-tuts piano membuat banyak orang kagum dan terharu.

Lahir tahun 1985 dari seorang ibu bernama Woo Kap Sun, seorang ibu yang mencintai anak perempuannya sepenuh hati, meski dari sejak dalam kandungan dia mengetahui kalau anaknya akan lahir dengan kecacatan.

Hee Ah Lee merupakan penderita down syndrome, dan dengan kedua tangan yang hanya memiliki empat jari. Kelainan jemari tangan seperti ini disebut lobster claw syndrome, berbentuk seperti capit udang, tanpa telapak tangan.Dia juga terlahir dengan kaki hanya sebatas lutut hingga tidak dapat menginjak pedal piano standar. Untuk itu, pedal sengaja ditinggikan agar bisa diinjak oleh kakinya yang pendek.

Hee Ah Lee 00

Dengan kondisi serba terbatas itu, Hee Ah Lee menyebutnya sebagai, “Special gift, anugerah spesial dari Tuhan.” Ia bisa memainkan Piano Concerto No 21 dari Mozart bersama orkes simfoni. Ia mendapat sederet penghargaan atas keterampilan bermain piano dan membawanya berkeliling dunia, termasuk bermain bersama pianis Richard Clayderman di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat.

Hee Ah Lee 01

Kemahiran Ah Lee dalam memainkan piano tersebut, didapat sejak gadis tersebut berusia 6 tahun. Berawal dari keinginan Woo Kap Sun, sang bunda, untuk melatih kekuatan otot tangan. Sebagai anak yang terlahir cacat, Ah Lee awalnya mengalami kesusahan menyambung nada-nada piano. Namun karena termotivasi untuk bisa menjadi pianis terkenal, kerja kerasAh Lee berbuah manis. Ah Lee pun sempat main bareng dengan Richard Clayderman, saat menggelar konser di Korea.

Hee Ah Lee melakukan konser piano tunggal di Balai Kartini, Jakarta pada tahun 2007.Konser tersebut bagian dari program tur Hee Ah Lee ke beberapa negara di Asia Tenggara, dan dalam penampilannya di Indonesia, Hee Ah Lee membawakan musik klasik karya-karya komposer besar, seperti Chopin, Franz Schubert, Mozart, dan beberapa lagu pop seperti My Heart Will Go On, Love Story serta My May.

Umur 20 tahun main bareng dengan Richard Clayderman. Saat pertama kali dia datang saya jemput di bandara, saya senang banget. Richard pernah bilang kalau permainan aku bagus banget. Kalau rasa senang sih gak bisa diucapkan dengan kata-kata,” kata Ah Lee, saat ditemui di Gedung Yamaha, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (4/8).

Sementara itu, untuk mengobati kerinduan para penggemarnya di Indonesia, Ah Lee berencana akan menggelar konser yang bertemakan Dream The Impossible Dream pada 8 Agustus mendatang, di Nusa Indah Theatre, Balai Kartini, Jakarta.

Bagi anda yang ingin mengetahui perkembangan dan aktivitas Hee Ah Lee, bisa mengunjungi Facebook Page of Hee Ah Lee.

Hee-Ah-Lee-02 Hee-Ah-Lee-03 Hee Ah Lee 04

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s