Lagi, Ledakan di Sekitar Hotel JW Marriot

Bom_Marriot-2009-17Pagi-pagi, saya buka internet, rutinitas yang tak terlewatkan. Dan alangkah kagetnya membaca sebuah berita di Kompas, dimana disebutkan bahwa telah terjadi sebuah ledakan di sekitar Hotel Marriot Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7).

Menurut Kompas online yang saya baca hari ini (17 Juli 2009), karyawan PT Excelcomindo Sonny Wuisang yang dihubungi Kompas.com menuturkan, ledakan terjadi dua kali. Ledakan pertama terjadi sekitar 07.30 pagi. Ledakan kedua sekitar 3 menit kemudian.

Hotel Ritz Carlton adalah hotel tempat pemain MU menginap. MU dijadwalkan tiba di Jakarta pada Minggu (19/7) dini hari. Kabar tentang pelaku maupun korban masih belum bisa diperkirakan. Menurut Adi Sugito, petugas parkir di kawasan Mega Kuningan, akibat ledakan, beberapa orang terlihat terluka. Sejumlah korban dibawa ke Rumah Sakit MMC yang terletak di dekat lokasi ledakan.

Setidaknya delapan orang asing terkapar. Empat di antaranya berada di dalam Restoran Plaza Mutiara JW Marriott. Empat lainnya berada di Ritz-Carlton. Seorang warga negara asing terluka parah kakinya. Sementara itu, korban lain terlihat perutnya terburai.

Ada bule kakinya remuk, lalu ada orang lain perutnya terbuka,” ujar Alex, seorang petugas keamanan. Korban terluka segera dibawa ke RS MMC Kuningan. “Ledakan keras banget. Sampai loncat saya. Ada WNA yang kakinya remuk. Yang lain isi perutnya keluar. Yang lainnya saya enggak lihat,” imbuh Alex, yang saat kejadian tengah berlari pagi.

Bom_Marriot-2009-5Korban baru saja dibawa kemari,” kata petugas informasi RS MMC, Neti, ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (17/7). Namun, ia tidak bisa menyebutkan secara pasti jumlah dari korban tersebut. Ia juga tidak memaparkan kondisi dari para korban yang sedang ditangani dalam ruang gawat darurat di rumah sakit tersebut. Ledakan keras terdengar di dua hotel, yang pertama di Hotel JW Marriott, dan yang kedua berada di Hotel Ritz-Carlton.

Dikabarkan bahwa ledakan yang lain (yang kedua) terjadi di coffee shop di lobi Hotel Ritz-Carlton. Ledakan tersebut menyebabkan kaca-kaca coffee shop pecah. “Dari jendela saya kelihatan asap keluar dari bagian lobi Ritz-Carlton,” ujar Myra Junor, GM Corporate Communication XL, kepada Kompas.com saat dihubungi lewat telepon. Kantor XL di Menara Prima kebetulan berada di seberang Hotel Ritz-Carlton.

Belum diketahui apa sebenarnya yang meledak di sana. Sedikitnya empat orang tewas, jenazah mereka telah dibawa ke rumah sakit. Myra mengatakan saat ini semua karyawan yang berkantor di sekitar kejadian langsung berhamburan menjauhi lokasi kejadian.

Menurut kesaksian salah satu petugas keamanan di salah satu gedung di sekitar lokasi ledakan Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, lebih dari 10 korban ledakan telah dievakuasi dari Hotel JW Marriott.

Saya lihat lebih dari 10 orang yang sudah dibawa ambulans, kondisinya tidak terlalu jelas,” kata Ade, yang turut berjaga di sekitar hotel yang letaknya berseberangan.

Bom_Marriot-2009-3Tangis pilu dan panik pecah setelah dua ledakan bom dahsyat terjadi. Seorang wanita muda keluar dari dalam JW Marriott dengan menangis terisak-isak. Dengan didampingi petugas kepolisian, wanita muda tersebut dipapah keluar garis polisi. Di sisi lain Hotel JW Marriott, belasan warga asing sibuk berkomunikasi melalui telepon genggam, dan memesan tiket karena ingin segera meninggalkan hotel.

Ledakan tersebut memang menyebabkan para tamu hotel JW Marriott berhamburan keluar dengan pakaian seadanya. Tidak hanya membawa anak-anak, mereka membawa serta hewan peliharaan mereka, seperti anjing cihua-hua. Saat ini, olah TKP masih terus berlangsung. Petugas kepolisian belum dapat dimintai keterangan.

Kejadian tersebut cukup mengejutkan mengingat untuk masuk ke lobi Ritz-Carlton telah dilakukan pengamanan ketat. Biasanya tamu atau kendaraan yang akan ke lobi yang berada di lantai atas harus diperiksa dengan detektor logam dan pemeriksaan manual.

Manchester United (MU) Ragu Untuk Datang

Bom_Marriot-2009-18Kabar jadi tidaknya kedatangan tim Kesebelasan Manchester United (MU) saat ini, pukul 11.30, tengah dibahas oleh tim panitia lokal tur laga Manchester United ke Indonesia, Jumat (17/7).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Komersial Panitia Tur Manchester United ke Indonesia, Herman Chaniago, kepada Kompas.com. Herman mengatakan, siang ini juga panitia lokal akan menggelar jumpa pers.

Panitia lokal tur Manchester United ke Indonesia belum membuat keputusan kedatangan MU terkait dua ledakan yang terjadi di kompleks Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7) pagi. Panitia kemungkinan akan memindah hotel tempat menginap Wayne Rooney dkk atau menambah personel keamanan di Hotel Ritz Carlton. Panitia sampai saat ini berharap kejadian tersebut tidak memengaruhi penyelenggaraan duel MU versus Indonesia.

Untuk sementara, panitia akan menunggu kabar soal ledakan yang terjadi di lobi Hotel JW Marriot dan depan Hotel Ritz Carlton sebelum mengambil keputusan selanjutnya. Panitia sebelumnya menyiapkan 3.500 personel keamanan yang tersebar di berbagai tempat, termasuk di Hotel Ritz Carlton tempat pemain dan kru MU menginap nanti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan kemungkinan berasal dari bagian depan atau bagian bawah (basement) dari hotel tersebut. Para petugas kepolisian juga telah berada di lokasi kejadian. Sementara itu, para warga dan pegawai yang telah dievakuasi berkerumun di sekitar hotel.

Satu Ledakan Terjadi di Dekat Restoran Plaza Mutiara Hotel JW Marriott

Bom_Marriot-2009-2Ledakan yang terjadi di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/7), terjadi di dekat Restoran Plaza Mutiara Hotel JW Marriott. Tepatnya di atas pintu masuk parkiran hotel yang merupakan ruang pertemuan.

Pada tahun 2003, sebuah bom juga meledak di lokasi itu. Berdasarkan pantauan Kompas.com, pagi, peristiwa ini membuat arus lalu lintas di sekitarnya macet total. Petugas kepolisian Polda Metro Jaya telah berada di lokasi.

Begitu juga beberapa mobil ambulans RS Jakarta telah disiagakan. Ledakan ini pun membuat karyawan di sekitar Mega Kuningan berhamburan keluar.

Restoran Plaza Mutiara mengalami rusak berat, dan hanya terlihat rangka-rangkanya. Kaca-kaca berhamburan di sepanjang badan jalan di kawasan yang padat dengan perkantoran dan sejumlah kedutaan besar negara sahabat tersebut. Beberapa pohon pun terlihat tumbang menyusul dua ledakan tersebut. Sementara itu, para tamu hotel berhamburan ke jalan.

Beberapa dari mereka masih mengenakan pakaian tidur dan baju mandi. Berdasarkan keterangan beberapa saksi, ada setidaknya lima orang berkebangsaan asing yang dilarikan ke rumah sakit. Kini, tim Gegana Polda Metro Jaya sudah melakukan penyisiran di lokasi ledakan.

Dugaan Penyebab Ledakan

bomLedakan tragis yang memecah keheningan pagi di kawasan elite Mega Kuningan, yang salah satunya bersumber dari Hotel JW Marriott, Jakarta, Jumat (17/7) pagi, diduga berasal dari genset yang berada di hotel mewah tersebut. Benarkah demikian?

Saya kira tidak. Getarannya cukup keras. Lagi pula, ledakannya berturut-turut. Kecil faktor kemungkinan,” ujar seorang sumber Kompas.com di sekitar lokasi.

Ledakan besar ini setidaknya telah merenggut delapan korban yang terdiri dari warga asing. Mereka kini segera dilarikan ke RS Jakarta. Data kedelapan orang asing tersebut belum diketahui. Saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Dua ledakan yang bertubi-tubi terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton ini memiliki kesamaan, yakni terjadi di pusat keramaian, tepatnya di dua restoran yang memang selalu dipadati tamu. Terlebih karena terjadi sekitar pukul 08.00, tempat tamu sedang makan pagi. Restoran Plaza Mutiara disebut-sebut sebagai sumber ledakan tersebut. Pantauan Kompas.com, di lokasi memang terlihat perlengkapan yang berada di restoran pada umumnya, seperti banyak meja dan kursi. Hal yang sama terjadi di Ritz-Carlton.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian. Kapolda Metro Jaya Irjen Wahono tengah sibuk melakukan olah TKP bersama tim Puslabfor dan Tim Gegana.

Foto-foto Lokasi

Bom_Marriot-2009-8 Bom_Marriot-2009-9

Bom_Marriot-2009-10 Bom_Marriot-2009-11

Bom_Marriot-2009-7 Bom_Marriot-2009-6

Bom_Marriot-2009-3 Bom_Marriot-2009

Bom_Marriot-2009-12 Bom_Marriot-2009-13

Bom_Marriot-2009-14 Bom_Marriot-2009-15

Bom_Marriot-2009-16 Bom_Marriot-2009-17

Bom_Marriot-2009-19 Bom_Marriot-2009-20

marriot-2009-3 marriot-2009-4

marriot-2009-5 marriot-2009-6

Asal Usul Ledakan

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Desk Antiteror Kementrian Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Irjen Pol Ansyaad Mbai, mengatakan, ledakan yang terjadi di Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Marriott, belum dapat dipastikan sebagai aksi terorisme. Kita masih harus menunggu hasil penyelidikan polisi, untuk memastikan penyebab ledakan dan motifnya,” katanya, di Jakarta, Jumat (17/7).

Ia mengatakan, pihaknya belum juga melihat kaitan antara ledakan yang terjadi Jumat pagi ini dengan penangkapan sejumlah orang yang diduga kaki tangan pelaku teror Noordin M Top, di Jawa Tengah pekan lalu. “Saya belum dapat menganalisa sejauh itu, karena ledakan di Mega Kuningan itu kan belum bisa dipastikan sebagai aksi terorisme,” ujar Ansyaad.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus melakukan pemberantasan terhadap aksi-aksi terorisme baik dengan jalan soft power maupun hard power. “Kita tidak akan tolerir apapun bentuknya, yang jelas kita akan terus melawan aksi terorisme,” ujar Ansyaad.

Beberapa Bahan Peledak Aktif Masih Ada di Lokasi

Bom_Marriot-2009-20Peristiwa mengejutkan yang terjadi menyusul dua ledakan yang pagi ini terjadi di kawasan Mega Kuningan, Jakarta ternyata masih terus berlanjut. Siang ini di tengah upaya penyisiran yang dilakukan pihak kepolisian, ditemukan lagi benda yang diduga kuat sebagai bahan peledak di dalam Hotel JW Marriott.

AKBP Ahmad Rifai, Kasat Resmob Polda Metro Jaya yang berada di lokasi memerintahkan puluhan wartawan untuk keluar dari bangunan. Pukul 12.50, ratusan wartawan dan warga yang memenuhi bagian depan Hotel JW Marriott diminta menjauh dari lokasi.

Petugas melalui pengeras suara mengatakan, akan segera dilakukan evakuasi bahan peledak. “Saya dari Detasemen Gegana, diminta untuk meminta meninggalkan lokasi karena akan dilakukan evakuasi bahan peledak,” kata salah satu prajurit Polri.

Para wartawan dan masyarakat saat berada pada jarak sekitar 10 meter dari lobi hotel. Sebuah mobil Gegana disiagakan di depan hotel dan puluhan petugas kepolisian melakukan pengamanan dan mensterilkan lokasi.

Keterangan dari Menko Polhukam

widodo-asKeterangan singkat yang diberikan oleh Menko Polhukam, Widodo AS menunjukkan bahwa ledakan yang terjadi pada Jumat (17/7) pagi di dua lokasi, Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton tergolong high explosive. Akan tetapi, Widodo tak merinci lebih jauh, apakah ledakan itu merupakan bom atau bukan.

High explosive,” ujar Widodo saat ditanya wartawan mengenai kekuatan bom, seusai meninjau lokasi ledakan di Hotel JW Marriott.

Widodo mengatakan, informasi lebih jauh akan disampaikan berikutnya. Sebab, pihak kepolisian masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian. “Biarkan polisi mengungkap nanti,” kata dia.

Daftar Sementara Statistik Korban Ledakan JW Marriot

Bom_Marriot-2009-4

Sembilan korban ledakan di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, dilarikan ke RS Jakarta. Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan, Rustam Pakaya, kepada Associated Press, mengatakan sedikitnya dua orang luka parah, termasuk seorang warga Selandia Baru. Sebuah UGD rumah sakit mengaku merawat sedikitnya 15 orang.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Firman Bundi membenarkan empat warga asing tewas dalam ledakan. Alex Asmasubrata, salah satu saksi mata mengatakan dia pertama mendengar ledakan dahsyat di Marriott. Lima menit kemudian, sebuah bom meledak di Ritz. Dia menyaksikan empat jenazah dievakuasi dari Marriott termasuk satu orang dengan perut terburai.

Berikut nama-nama korban (perkiraan) :

  1. Adrianto Makhbu
  2. Andi
  3. Andrew Stewart (Norwegia)
  4. Catur Rindu
  5. Cindy (AS)
  6. Cho Ing Sang (Korea Selatan)
  7. Dadang Hidayat
  8. Gerry Ford
  9. Giovanni (Italia)
  10. Hut Bosco Keung (Korea Selatan)
  11. Ibushi Asu (Jepang)
  12. Jame Mekkeba
  13. James Castle (AS)
  14. Junita
  15. Jurika Kartika
  16. Kevin Scott More
  17. Linda
  18. Marico
  19. Max Bon (Belanda)
  20. Melisa
  21. Mr William
  22. Noke Kiroyan
  23. Oki Utomo
  24. Peter Vast
  25. Peter Van Wesel (Belanda)
  26. Regi Aalstad (Norwegia)
  27. Rinaldi Domanik
  28. Scott Mirilles (Australia)
  29. Shweta Shukita (India)
  30. Simon Louis (Inggris)
  31. Sudargo
  32. Yoga
  33. Yurika
  34. Yurike
  35. Yusuf
  36. Yusuf P
  37. Sarah

Saat ini suasana di Rumah Sakit Jakarta mencekam. Ada beberapa yang akan dipindah tapi sampai saat ini belum diketahui ke mana.

Bom_Marriot-2009-6Di antaranya dua warga negara asing, yakni Edward Thielsen yang berasal dari Kanada dan David Potter dari Amerika Serikat. Edward, yang bekerja sebagai koki Airlangga Kitchen JW Marriott, dipindah ke RS Pusat Pertamina karena menderita luka bakar serius.

“Kami tidak punya unit luka bakar maka kami kirim ke RSPP,” kata Kepala UGD RS Jakarta Binsar Ompusunggu kepada para wartawan. Korban yang lain, lanjut Binsar, ada dua korban yang menderita patah tulang yang sedang menjalani operasi.

“Yang lain observasi terhadap luka-luka yang tidak serius. Semua korban dalam keadaan sadar,” tandas Binsar. Dua korban yang sebelumnya diberitakan pulang, yakni Dewi Lestari (22) dan Ririn (25), ternyata masih berada di rumah sakit. “Masih diobservasi, belum pulang. Kalau ada apa-apa, bisa langsung ditangani,” ujarnya.

Bom_Marriot-2009-7Direktur Utama PT Holcim Indonesia, Timothy D Mackay dipastikan menjadi salah satu korban tewas dalam ledakan yang terjadi di kawasan distrik bisnis Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7) pagi.

Saat ini, jenazah telah disemayamkan di RS Medistra, Gatot Soebroto. Keterangan ini diberikan oleh salah satu sumber di lingkungan PT Holcim yang tidak bersedia disebutkan identitasnya.

Tercatat hingga pukul 10.40, sudah ada tiga korban yang dibawa ke RS Medistra, dua di antaranya meninggal dunia, salah satunya adalah Timothy D Mackay. Sementara itu, satu korban luka atas nama David Potter yang dipindahkan dari RS Jakarta.

Keterangan SBY Terkait Ledakan Tersebut

sbyPresiden Susilo Bambang Yudhoyono bakal menggelar jumpa pers di Kantor Kepresidenan komplek Istana Presiden, Jakarta, Jumat (17/7) pagi, menyusul dua ledakan yang terjadi Hotel Ritz Carlton dan Hotel Marriott di komplek CBD Mega Kuningan, Jakarta.

Hal ini terungkap dari undangan melalui pesan singkat ponsel yang dikirimkan pihak Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan kepada para wartawan. Sebelum SMS ini, wartawan pun sempat menerima pemberitahuan bahwa Presiden bakal melakukan peninjauan langsung ke lokasi ledakan, satu jam setelah kejadian.

Namun, hingga berita ini diturunkan belum diperoleh kepastian mengenai kunjungan RI1 tersebut. Sejumlah pejabat yang sudah terlihat di lokasi adalah Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, Menko Polkam Widodo AS dan Gubernur DKI Fauzi Bowo.

Tanggapan Beberapa Kalangan Masyarakat

lola-amariaAksi teror bom yang kembali mengguncang Ibu Kota, tepatnya di kawasan Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott, Jumat (17/7) pagi, langsung mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan masyarakat, tak terkecuali aktris dan sutradara Lola Amaria.”Saya benar-benar kaget.

Ini sudah tak bisa dibenarkan atas nama apapun. Jelas saya mengutuk keras tindakan biadab ini,” katanya saat dihubungi Kompas.com di kediamannya, di Jakarta, Jumat.

Menurut bintang film Cau Bau Kan dan Betina itu, pemerintah harus menindak tegas pelaku tanpa pandang bulu. “Ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah-red) presiden terpilih untuk menumpas pelaku hingga ke akar-akarnya. Ibaratnya, kalau kita pengen tebang pohon, jangan dahannya saja yang ditebang, tapi dihabisin hingga akar-akarnya,” papar Lola.

Amar MaliqAmar Maliq, pemain terompet dalam grup Maliq & D’Essentials, sebagai pemusik yang juga pecinta klub sepakbola Inggris Manchester United (MU), amat menyesalkan terjadinya ledakan di Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Marriott, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (17/7) pagi. Katanya, peristiwa itu akan menjatuhkan lagi citra Indonesia di mata dunia.

Amar yakin, rombongan MU akan batal datang ke Jakarta untuk bertanding pada 20 Juli nanti dengan Tim Nasional All Stars Indonesia. Apalagi, Hotel Ritz Carlton di kawasan Kuningan itu merupakan hotel yang sudah disiapkan sebagai tempat rombongan MU menginap. “Mereka (MU) pasti parno (paranoid). Mereka kan world best players. Mereka pasti cari aman,” ujar Amar, yang mengaku tidak akan menonton pertandingan tersebut karena ada urusan lain dalam waktu yang sama.

Rupiah Melemah 75 Poin Pascaledakan di Kuningan

rupiahKurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat (17/7) pagi, turun tajam sebesar 75 poin karena aksi lepas rupiah, setelah terjadi ledakan di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS turun menjadi Rp 10.165-Rp 10.175 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya, Rp 10.090-Rp 10.105.

Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, di Jakarta, mengatakan, ledakan bom yang menimbulkan korban jiwa itu diharapkan tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap investor asing yang akan masuk ke pasar domestik. Ia mengatakan, investor asing diharapkan akan meningkatkan investasi di dalam negeri dalam upaya mendorong ekonomi nasional agar pertumbuhannya bisa lebih tinggi.

“Kami optimistis ini hanya bersifat temporary (sementara), meski berpengaruh terhadap pasar uang, khususnya rupiah,” ucapnya. Menurut dia, ledakan bom itu jadi terapi bagi calon pemerintahan baru yang sedang menyusun kabinet baru.

(IHSG) Bursa Efek Indonesia turun 1,24 persen

bursa-efek-indonesiaIndeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia turun 1,24 persen. Indeks BEI turun 26,165 poin atau 1,24 persen menjadi 2.088,454 poin dan indeks LQ-45 melemah 5,615 poin atau 1,36 persen menjadi 408,259.

Pialang PT Sinarmas Sekuritas, Alfiansyah di Jakarta mengatakan, ledakan bom yang menimbulkan korban jiwa memicu pelaku pasar melepas saham, karena mereka khawatir akan menimbulkan dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Namun ledakan itu diperkirakan hanya memberikan kejutan sesaat, jika pemerintah dengan sigap mengatasi masalah tersebut.

Menurut dia, ledakan bom itu diperkirakan tidak berdampak lebih jauh, meski berpengaruh negatif terhadap pasar saham. “Kami optimis pengaruh ledakan bom itu tidak akan berkembang lebih jauh,” ucapnya. Ia mengatakan, indeks BEI pada pagi diperkirakan masih akan tertekan, namun merosotnya tidak begitu besar, lebih kecil dibanding pada pembukaan pasar. Hal ini disebabkan indikator ekonomi nasional tetap baik bahkan pada akhir tahun cenderung makin membaik.

Kilas Balik

Bom_MarriotBila kita ingat tentang JW Marriot, masih melekat di ingatan kita peristiwa yang sama yang menimpa hotel mewah tersebut 2003 silam. Pengeboman terjadi pada 5 Agustus 2003 sekitar pukul 12.45 WIB di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Indonesia.

Insiden tersebut menewaskan 12 orang. Kelompok Jemaah Islamiyah dituding sebagai dalang dalam pengeboman tersebut.

Ledakan itu berasal dari bom mobil bunuh diri dengan menggunakan mobil Toyota Kijang dengan nomor polisi B 7462 ZN yang dikendarai oleh Asmar Latin Sani. Ledakan tersebut menewaskan 12 orang dan mencederai 150 orang. Akibat peristiwa itu, Hotel JW Marriott ditutup selama lima minggu dan beroperasi kembali tanggal 8 September 2003.

Kapolda Metro Jaya saat itu Irjen (Pol) Makbul Padmanegara, dan Kepala Kepolisian RI saat itu Jenderal Polisi Da’i Bachtiar mengatakan, ledakan bom di depan Marriott itu mirip dengan ledakan di Bali.

“Di tempat kejadian perkara (TKP), terdapat lubang lebar, ditemukan rangka mobil Kijang, mesin yang terlempar, radiator, dan bagian setir yang terlempar. Mirip bom Bali, yaitu bom meledak bersama mobil,” kata Da’i seusai sidang kabinet, Selasa 5 Agustus 2003 malam.

Hotel JW Marriott  sendiri berlokasi di kawasan segi tiga emas, dekat dengan kompleks pejabat di Jalan Denpasar dan kompleks kedutaan besar (kedubes) asing. Di Menara Rajawali samping Hotel JW Marriott, misalnya, terdapat kantor Kedubes Finlandia, Swedia, Norwegia, dan Peru. Sekitar 200 meter dari Marriott terdapat Kedubes RRC.

Bom tahun 2003 lalu terjadi saat banyak orang makan siang. Ledakan yang terjadi sangat dahsyat, memecahkan kaca-kaca jendela di gedung-gedung di sekitarnya. Sejumlah saksi mata yang ditemui di sekitar lokasi kejadian dan di rumah sakit melukiskan ledakan saat itu sangat kuat.

Dalam catatan Kompas.com ledakan bom JW Marriott tahun 2003 merupakan ledakan kelima dalam tahun itu. Empat ledakan bom sebelumnya terjadi di lobi Wisma Bhayangkara, di belakang Gedung PBB, Bandara Soekarno-Hatta, dan halaman Gedung MPR/DPR. Sejak terjadi ledakan bom yang berulang-ulang di DKI Jakarta dan sekitarnya, ledakan bom kali ini termasuk cukup besar dengan korban tewas sedikitnya enam orang.

mau

Mau Indonesia kita seperti ini terus ?

Advertisements

27 comments on “Lagi, Ledakan di Sekitar Hotel JW Marriot

  1. lengkap banget nih ceritanya. niat orang2 yang ingin mencemarkan nama indonesia demi kepentingan pribadinya ini yang jahat banget

  2. Pingback: Banyak Sektor Terancam Pasca Ledakan JW Marriot « Artvisualizer Blog

  3. Pingback: Sungguh tragis, Ledakan Hotel JW Marriot Kembali Terulang - Marigaul.com : Bergaul Online

  4. Pingback: Pasca Ledakan JW Marriot II, Bali Ditetapkan Siaga Satu « Artvisualizer Blog

  5. boom ya. duaahr ya, selalu ada korban Pasti di kaitkan dengan JI dah ya udah basi itumah kalo yang ga basi siapa hayo? mosok orang islam bunuh saudaranya sendiri. lha sidik maulana orang mana tuh.

    Semoga yang menjadi korban di terima disisi tuhan yang masih dirawat moga cepat sembuh ,amien

  6. memang banyak orang yg iri dengan negeri yg kaya raya ini,
    jadi diguncang, diobok2, dibom pula.
    paling tidak ini warning utk kita semua agar tetap konsisten menjaga keamanan, jangan pas ada bom aja baru deh dimana2 sibuk diperiksa,dijaga ketat.
    nanti kalau sudah lewat beberapa waktu, kembali lagi tdk konsisiten.
    salam.

  7. Waw! laporan yang lengkap! Pernahkah ngerasa sedih banget sampe nyesek dan akhirnya pengen marah? that’s what i felt about this tragedy. Gak habis pikir, kok bisaaaa ada orang yang membunuh orang-orang tak bersalah demi sesuatu yang namanya perjuangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s