Rendahkah profesi arsitek dimata Indonesia ?

arsitekDari judul postingan saya kali ini, saya tidak bisa berkata-kata, manakala saya melihat di suatu website, dimana orang tersebut memasang harga jual yang menurut saya sangat memprihatinkan. Di web itu disebutkan bahwa biaya jasa paket desain termasuk 3 kali revisi mulai Rp. 4.000/m2 satuan sampai Rp. 1.000/m2 dan paket drafting IMB (Non Desain) : Rp.6.000/m2. Dan masih banyak lagi kasus seperti ini di beberapa website portfolio online tersebar di internet maupun di iklan majalah atau koran di Indonesia. Bayangkan, ongkos desain seharga Rp. 1000/m2 ? Hohoho… Yang saya tanyakan cukup jelas, seberapa berharganya profesi arsitek dimata Indonesia ini ?

Bagi yang merasa, sekali lagi, mohon maaf, tidak ada unsur apapun disini, karena tidak hanya satu, melainkan banyak kasus seperti ini, memasang harga yang menurut saya sangat dibawah standar yang berlaku. Memang diakui, saya sendiri tidak tahu persis nya sampai mana batas harga standar sebuah jasa seorang arsitek, baik itu konsultasi, perencanaan, hingga gambar presentasi berbentuk 3D dan animasi. Dan perlu diketahui juga bahwa persaingan yang semakin ketat dari masa ke masa, juga didukung adanya penambahan jumlah lulusan mahasiswa arsitektur yang semakin tinggi. Namun, tentunya hal-hal tersebut tidak menjadikan seseorang / arsitek untuk membanting harganya sendiri. Dengan kata lain, maka itu sama saja dengan meremehkan dan menganggap profesi arsitek sebagai sebuah profesi yang ‘murah‘. Maaf bila kata-kata saya banyak yang menyinggung, namun inilah fakta yang perlu dihadapi.

Bila kita tinjau ke belakang, dan bila kita berbicara sebagai seorang yang mengenyam pendidikan ke-arsitektur-an, entah itu tahap STM maupun yang sempat mengenyam pendidikan di bangku universitas, berapa biaya yang kita keluarkan ? berapa keringat yang bercucuran untuk menempuh semua itu ? Sepadankah dengan apa yang kita dapat dengan harga jasa kita bila semua orang dengan gampang nya mematok sebuah harga yang sungguh menyedihkan ? Mungkin hal ini perlu dibicarakan lebih lanjut, dan saya harap bantuan dari para pembaca sekalian, tidak hanya anda yang seprofesi dengan saya sekalipun, mari kita telaah lebih lanjut, rendahkah profesi arsitek di mata Indonesia ini ?

Advertisements

32 comments on “Rendahkah profesi arsitek dimata Indonesia ?

  1. yaaa namanya orang cari nafkah..
    pengen liat hasilnya yg seribuan kek gmn sih, hehe..
    di sini juga ada 3d artist dengan fee 50rb/view, untung ga 1rb/view..
    susah juga kasus kaya gini, toh itu hak dia mau pasang tarif brp.
    ada harga, ada kualitas mannn..

  2. hehe jadi ingat nawarin ‘harga diri’ ke calon klien:
    “mahal amat harganya?” “wow.. ngak ada budget segitu”

    Setahu saya sih harga2 murah itu untuk proyek2 kecil. kalo proyeknya besar ngak bakal murah lah.
    setuju juga kata Guff di atas: ‘Harga sesuai Kualitas’

      • Gini..
        Misal ( bukan misal lagi, kenyataan :p )di lapangan ada klien A (mempunyai nilai/kuantitas proyeknya kecil) dan klien B (mempunyai nilai/kuantitas proyeknya besar)

        Kemuadian ada Desainer A (Perusahaan kecil: jam terbang sedikit/kerja sendiri/karyawan sedikit) dan Designer B (Perusahaan besar: Jam terbang banyak-karyawan banyak, dsb)

        Disini akan terjadi ‘hukum yg natural’, dimana klien A pasti mencari designer seperti designer A untuk menghemat budgetnya.

        sebaliknya Klien B ngak mungkin lah mau cari designer A. karena dia punya proyek besar yg harus di handle oleh designer yg berpengalaman juga.

        Jadi kita ini termasuk designer manakah di mata Klien?

  3. hehehehe intinya jangan mengiklankan diri guys. referensi/rekomendasi dari orang ke orang jauh lebih ‘bagus’ harganya, yang penting bisa memfasilitasi keinginan klien serta dipercaya, iklan akan jalan sendiri.. kalangan terbatas harga tanpa batas.. 😀 ga nyambung 😀

    emang biasanya murah2 kalu pasang iklan. rasanya itu untuk yang baru mulai masuk dunia kerja. seiring dengan waktu dan pengalaman serta kebutuhan hidup, harga akan merangkak naik juga. tetap semangat lah buat kita2 ini. apalagi yang sudah punya pangsa pasar sendiri.

    sip sip..

  4. Kalo menurut gua sih itu sah2 aja karena tidak ada undang2 yg mengatur itu, apalagi dia ga termasuk ke dalam IAI sehingga sangat sulit mengontrol hal2 semacam ini. mungkin untuk saat ini dia bisa mencari nafkah dan cukup dgn nilai segitu, tapi kedepannya dia akan susah juga.
    Tapi kalo dilihat dari segi etika, itu sangat merugikan kalangan arsitek secara umum karena dimata orang profesi arsitek itu akan dilihat sangat murah dan rendah ( mungkin sama kayak drafter/stm doank). Dari segi kualitas, mungkin disitu akan kelihatan bedanya.! setuju juga dgn guff dan made

  5. hal2 seperti ini memang udah ada dari dulu, bahkan dari sejak gue kuliah gue sering liat ini di iklan2 koran, dosen gue pun sering ngomel dan mewanti2 supaya kita tidak melacurkan profesi kita. Lebih baik fleksible dalam memberikn harga ketimbang harus menjatuhkan harga diri dan profesi dengan harga seperti itu. Soalnya jasa arsitek bukan cuma punya orang kaya, tapi juga punya orang2 miskin yang butuh bantuan dalam menata hidupnya dengan lebih layak.

  6. mereka punya harga sendiri… kita juga punya harga sendiri…. jadi tetep pede aja lagi.. toh juga yg mahal laku… kenapa mesti murah? hehehehe… selama ini aku anggep desain 10rb/m2 itu murah bgt.. ternyata ada yg 1000/m2…

    setuju ama degup.. ono rupo ono rego… (ada kualitas ada harga) hehehe kata orang jawa… 😀

  7. Bagi yang memasang 1000/m2 saya yakin jika itu cuma buat gambar kandang babi, mereka yang pasang iklan tersebut hanya ingin di klik/dilihat saja tak mungkin akan bisa kerja seperti itu. Banyak berbagai cara orang untuk dikenal dulu.
    Jika memang benar2 mendesign tak akan semurah itu akan jual dirinya, kecuali perkenalan dan ato maksud lain.

  8. ono rego ono rupo mas maksudnya hehe..
    menurut aku sih tergantung klien kita, kalau klien kita memandang jasa kita bagus pasti dihargai mahal, tapi kalau klien memandang jelek ya pasti dihargai murah.. mungkin juga itu strategi dia memasarkan dengan harga promo kali..mungkin dibelakangnya ada syarat2nya kaya iklan telepon..kalau marketing seperti ini sih sah2 saja.. asal harus benar2 menjunjung etika profesi..

  9. hohoho…
    bener2… jgn prihatin fer, itu sudah biasa di dunia bisnis.. kl orang yg mau coba2 sih.. mungkin mereka mau2 aja pake orang yg harga nya segitu. tp orang yg punya skill, tau dirinya harus dihargai berapa. Dan buyer yg cari arsitek yg punya skill juga liat dari harganya dong. kalo mau yang hasilnya bagus ya cari yang harganya sesuai dengan hasil yg diharapkan. mo harga kaki lima rasa bintang lima? ntar sakit perut juga.. hehe.. ato ada juga trik.. ngasih harga murah di awal, nanti ke belakang2 nya di gebug.
    Aku pengalaman sih.. masang tarif rendah… taunya malah gak laku, karena meragukan.. stlh harga dinaik kan.. malah laris.. hehe.. kesimpulan nya kalo lagi mau banting harga jangan bilang harga emang murah.. bilang aja lagi diskon.

  10. Kalo bukan arsitek yg menghargai dirinya sapa lagi dong…ayo galakkan gerakan ‘menghargai profesi’ namun kalo urusannya perut di sini nie susahnya …ketimbang ga da kerjaan balik lagi deh ke laptop yg penting asap dapur ngepul…

    Contoh bagus tuhh Dokter…tarifnya naik truss untuk sekali konsultasi ya ga??? sangat menghargai profesinya….

  11. Maaf dik Ferry bpk baru buka email, sehingga langsung meluncur ke postingan ini. Tidak ada satu profesi yang rendah apalagi arsitek. Gedung pencakar langit di kota2 besar, apartemen dan perumahan elit yang harga permeter perseginya puluhan juta rupiah, jalan layang, jembatan2 termasuk jembatan suramadu terpanjang di indonesia, jalan raya/tol…… semuanya tidak luput dari andilnya profesi arsitek. Jadi tinggi rendahnya suatu nilai tidak hanya bisa diukur dengan uang… Tukang sapu, pemulung, kuli bangunan dll. banyak lagi… juga itu merupakan profesi yang nilainya tinggi dan mulia. Apalagi arsitek!!!. Peraturan PU yang terbaru mengatur bahwa biaya satuan perencanaan konstruksi berkisar 7 s/d 9% nilai fisik. Ok jangan fesimis dik Ferry… justru melalui blog ini keluarkanlah jurus2 arsitektur yang dik Ferry miliki. Sampai jumpa lagi.

  12. Harga asli total perencanaannya 25rb/m2, dan yang ditawarkan layanan via email, yang terlalu banyak kekurangan dibandingkan arsitek lokal…..

    Tahukah anda apa yang terjadi didaerahnya saat ini???
    Sebuah CV bahkan PT hanya menghargai Rp.2.500 – Rp.3.000/m2 mencakup pekerjaan Gambar kerja, RAB dan 3D Vray. Dan dia berusaha menaikkan harga jasanya menjadi Rp.12.500/m2 untuk memenuhi pekerjaan Gambar Kerja, RAB, dan 3D Vray.
    Dan untuk layanan via email Rp. 25.000/m2.
    Jika didaerahnya dia kalah dengan harga drafter bahkan setingkat PT, maka jangan salahkan jika dia mengakses keluar….

    Tahukah anda apa yang dipikirkan??
    Dia ingin layanan arsitek bisa di jangkau oleh masyarakat umum. “Jangan beralih ke drafter, tukang bangunan atau trial sendiri…. tapi percayakan sepenuhnya kepada orang yang berkompeten dibidangnya, yaitu Sang Arsitek. Kami beri jalan kepada anda yang kurang mampu.
    Cita-cita kami adalah membentuk tatanan hunian yang baik untuk lingkungan dimasa setelah kami…”

    Masih banyak bung, layanan arsitek lain yang memasang tarif lebih rendah dari pada dia….
    http://jendela-arsitek.blogspot.com/ harga jasa Rp.10.000 jauh dekat sama aja
    http://www.mail-archive.com/iklan-indonesia@yahoogroups.com/msg199194.html harga jasa Rp.15.000
    http://www.daydzign.com/fee.htm
    http://sakalima.com/layanan
    http://desainrumahonline.com/hargajasa.htm
    hasil searching di google: layanan arsitek

  13. itu juga yang jadi masalah. padahal seorang arsitek dalam proses desain juga mengeluarkan macam2 produk: gambar preliminary desain, still image, bahkan mungkin sampai maket. pasang harga yang terlalu rendah bisa merusak pasaran…
    pasang harga murah sih oke-oke saja…lagipula kalau mau bisa dijangkau, jangan pukul rata juga karena memampuan dan kebutuhan klien beda-beda. repot memang jadi arsitek karena memang keberadaannya di siini sekarang masih belum dianggap perlu. malah ada buku yang yang judulnya “membangun tanpa arsitek” yang bikin seorang arsitek…walah hehehehe…

  14. Pretty cool post. I just stumbled upon your blog and wanted to say
    that I have really liked reading your blog posts. Anyway
    I’ll be subscribing to your blog and I hope you post again soon!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s